Di usia 6 bulan, bayi sudah mampu duduk sendiri dan melakukan berbagai aktifitas, termasuk mengekplorasi lingkungannya. Matanyapun sudah berfungsi baik sehingga bisa mengenali sekitarnya. Banyak yang merekomendasikan, sejak berusia 6 bulan, orang tua mulai membacakan cerita kepada bayi, terutama cerita bergambar.

Walaupun terlihat sederhana, namun anak-anak biasanya sangat serius mendengarnya jika ceritanya menarik. Dengan begitu maka alangkah baik jika cerita yang disampaikan memiliki efek positif yang tinggi bagi perkembangan mental anak-anak kita. Sebelum dibacakan kepada anak, sebaiknya kita baca dahulu agar kita bisa mengetahui apakah cerita itu layak untuk dibacakan kepada anak atau tidak.

Menyampaikan cerita yang menarik kepada anak memang membutuhkan keterampilan khusus. Mulai dari cara menyampaikan cerita, kontrol volume dan intonasi suara, hingga menirukan suara maupun perilaku tiap-tiap karakter yang ada dalam cerita perlu diperhatikan. Jika anak bisa memahami pesan di baliknya dan menikmati cerita yang kita bawakan, maka itu tandanya bahwa kita sudah berhasil.

1. Dapat menyampaikan nilai2 positif kepada bayi
Bayi akan merekam pesan moral sebuah cerita dan kelak bisa menjadi filternya saat berperilaku. Dengan memilih cerita yang isi ceritanya bagus, maka akan tertanam nilai-nilai moral yang baik. Setelah mencerita sebaiknya menjelaskan mana yang baik yang patut ditiru dan mana-mana saja yang buruk dan tidak perlu ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai tindak kenakalan dapat dikurangi dari menanamkan perilaku dan sifat yang baik dari mencontoh karakter ataupun sifat-sifat perilaku di dalam cerita cerita. Mencerita mungkin memiliki efek yang lebih baik daripada mengatur anak dengan cara kekerasan (memukul, mencubit, menjewer, membentak, dan lain-lain)

2. Mengembangkan ketrampilan bahasa
Saat dibacakan cerita, secara tidak langsung bayi mempelajari perbendaharaan kata baru dan intonasi suara. Meski awalnya belum bisa mengikuti cerita atau dialog, secara bertahap bayi akan belajar mengembangkan imajinasinya. Bayi juga akan belajar suatu objek, warna, angka dan bentuk suatu benda

3. Menumbuhkan kedekatan dengan orang tua
Ketika bercerita, biasanya kita lakukan sambil memangku dan memeluk bayi. Posisi bercerita seperti ini dapat menjalin kelekatan antara orang tua dan anak. Kedekatan ini menimbulkan rasa aman dan nyaman pada bayi dan kelak akan menjadi modal untuknya tumbuh menjadi anak yang percaya diri.

4. Mengembangkan ketrampilan motoriknya
Desain buku cerita bayi umumnya dibuat menarik, dengan gambar dsb, sehingga mendorong bayi untuk meraih dan mengenggam buku tersebut. Ini secara tidak langsung akan membuat buku menjadi media stimulus motorik halusnya.

5. Memaksimalkan kecerdasan bayi
Untuk menerima, menangkap, memahami dan menyimpan informasi2 dari cerita yang disampaikan dalam memori, otak anak harus bekerja lebih aktif. Stimulasi ini akan membuat kecerdasan bayi berkembang dengan baik

6. Menanamkan cinta buku
Membacakan cerita berarti telah mengenalkan buku kepada buah hati sejak dini. Pengenalan ini tidak mustahil akan memunculkan kecintaannya terhadap buku dan selanjutnya menumbuhkan keinginan untuk bisa membaca dan menulis

7. Memberikan pengetahuan baru
Berbagai gambar dan jalinan cerita dalam buku memberikan informasi baru bagi bayi. Meski ia belum melihat secara langsung, ia menjadi tahu seperti apa pohon beringin, lucunya kelinci, ayam yang berkokok dsb

8. Meningkatkan Kreativitas Anak
Kreatifitas anak bisa berkembang dalam berbagai bidang jika cerita yang disampaikan dibuat sedemikian rupa menjadi berbobot. Kita pun sah-sah saja apabila ingin menambahkan isi cerita selama tidak merusak jalan cerita sehingga menjadi aneh tidak menarik lagi.

9. Menghilangkan Ketegangan / Stress
Jika anak sudah hobi mendengarkan cerita cerita, maka anak-anak akan merasa senang dan bahagia jika mendengar cerita. Dengan perasaan senang dan mungkin diiringin dengan canda tawa, maka berbagai rasa tegang, mud yang buruk dan rasa-rasa negatif lain bisa menghilang dengan sendirinya.

Dari begitu banyak manfaat cerita, tidak ada salahnya bila kita sisihkan sedikit waktu kita sebagai orangtua untuk memberikan cerita yang mendidik kepada anak-anak kita. Mencerita bisa dilakukan oleh salah satu maupun dua atau lebih orangtua (dengan suami, istri, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dsb dari si kecil) serta dapat diberikan kepada satu, dua atau bahkan banyak anak sekaligus. Penceritaan tidak harus diberikan pada malam hari, namun juga pada waktu-waktu lain.

Sumber : kaskus (id: uchiin)

Bahan bacaan yang bergambar dan menarik dapat dilihat di sini

tulisan terkait
© 2012 cipta.web.id Suffusion theme by Sayontan Sinha