Pada kesempatana ini saya ingin menceritakan latar belakang dibuatnya media-
media pendidikan Mizan I Love My Al-Qur’an ….simak ya
Banyak orang tua bersedia membayar berapapun untuk sekolah terbaik
untuk pendidikan anaknya. Tapi… tahukah Anda… sejak lahir hingga
umur 18 tahun, anak menghabiskan waktunya 14% di sekolah dan 86% di
rumah?
Banyak orang tua yang tidak menyadari hal itu, sehingga sepenuhnya
mengandalkan sekolah dalam pendidikan anak-anaknya, padahal orang
tua adalah guru pertama dan guru utama bagi anak-anaknya.
Mengingat rasio durasi waktu yang lama di rumah, sudah sewajarnya
orang tua mempunyai cukup wawasan untuk menjadi teman belajar bagi
anak-anaknya, mempunyai konsep/perencanaan pendidikan anak,
memiliki media belajar sesuai kebutuhan anak, dan lain-lain. Duh,
beratnya ya… mana nggak ada sekolah untuk orang tua lagi
.
Tapi jangan khawatir,
Mizan Dian Semesta memahami itu semua, maka untuk membantu orang
tua mendidik anaknya di rumah disusunlah Muslim Family Learning
Program, yang dijabarkan dalam bentuk media-media pendidikan
holistik untuk anak. Salah satu yang menjadi media inti adalah
ILove My Al-Qur’an yang telah Anda ketahui sebelumnya….
Cerita ya….
Di acara seminar Keluarga Muslim beberapa waktu lalu di Bogor,
K’Irfan AmaLee-ketua tim editor I Love My Al-Qur’an-bercerita;
beliau rupanya terusik dengan keberadaan Al-Qur’an yang bahasa
terjemahannya kurang dimengerti terutama oleh anak-anak.
Contohnya nih, surat al-Ikhlas ‘Lam yalid wa lam yuulad’ diterjemahkan
menjadi ‘tidak beranak dan tidak diperanakkan’, waktu ditanyakan ke
salah seorang anak yang hadir di acara itu apa artinya
‘diperanakkan’, ternyata anak itu geleng-geleng, ‘nggak tau’
katanya. Karena itulah pada CD lagu-lagu juz ‘amma kata ‘tidak
diperanakkan’ dimodifikasi menjadi ‘tidak berayah ibu’. Lebih mudah
dimengerti kan? Itu salah satu contohnya.
Contoh satu lagi tentang An-Nisaa ayat 114, tentang pembicaraan
rahasia :
Terjemahannya : “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia
mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh
(orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan
perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena
mencari keridhaan Allah, maka kelak kami akan memberinya pahala
yang besar”.
Di samping terjemah tersebut ada gambar vinyet orang sedang
berbisik-bisik (lucu banget) dan tulisan sbb :
‘Di ayat 114, kita pun akan belajar tentang berbuat adil dengan
tidak menyakiti orang lain. Yuk kita ikuti cerita berikut ! Eh, ada
orang yang berbisik-bisik, loh! Ngobrolin apa ya? Ih, jangan-jangan
mereka bisik-bisik tentang aku? Jangan-jangan…??? Waaah, beginilah
jadinya kalau ada yang ngobrol secara rahasia. Orang-orang jadi
berprasangka buruk. Kata Allah di ayat 114 ini, berbisik-bisik
antar sekelompok orang (di hadapan orang banyak) itu tidak baik.
Kecuali berbisik-bisik untuk mengajak bersedekah , dalam rangka
perdamaian, atau perbuatan baik lainnya.’
Jadi mudah dimengerti kaan?
konon nih…manusia belajar dengan tiga cara, visual (penglihatan),
audio (pendengaran) dan kinestetik (gerak). ILMA mencoba menyentuh
berbagai cara belajar anak tersebut, teks yang mudah dimengerti dan
ilustrasi yang sangat menarik untuk visualnya, lagu-lagu yang enak
didengar untuk audionya, serta permainan untuk kinestetiknya,
komplit kan? Pendekatan dengan berbagai cara tersebut diharapkan
dapat merangsang anak untuk menyukai Al-Qur’an dan memperkuat
memori anak tentang isi Al-Qur’an.
Semoga dekat dengan Al-Qur’an membuat mereka jadi generasi yang
unggul ! Wahh…
Menyampaikan al-Qur’an seperti ini termasuk hal yang belum umum
dilakukan, meskipun sebetulnya pernah ada juga al-Qur’an
berilustrasi yaitu Tafsir Al-Jawahir karya Syaikh Thanthawi
Jauhari, tahun 1350 H, Mesir. Karena itulah pihak penerbit aktif
meminta pendapat para ulama dari berbagai latar belakang tentang
cara ini. Inilah sebagian pendapat mereka :
“…Yang menarik buku dari ini adalah kemampuannya mengenalkan,
mengajarkan, serta menanamkan pesan-pesan maupun ajaran-ajaran
Al-Qur’an secara komunikatif, mengalir, dan tidak membosankan
sehingga mudah diikuti dan dicerna pembacanya…”
(Prof.Dr.A. Syafii Maarif)
“Apa yang dilakukan oleh Penerbit Mizan melalui terbitannya I Love
My Al-Qur’an merupaan salah satu cara yang unik lagi mutakhir yang
kami duga keras akan sesuai dengan selera anak, sehingga akan mampu
mendekatkan Al-Qur’an ke benak dan hati mereka…” (M. Quraish
Shihab, penulis tafsir al-Mishbah)
“Saya menilai produk ini sangat bagus dan kreatif. Ini proyek besar
insya Allah berkah. Penuh ilustrasi dan warna-warni, tapi berbeda
dengan komik-komik hiburan. Saya yakin, buku ini bisa membuat anak
semakin cinta pada Al-Qur’an, asalkan Mizan dalam penyajian
ilustrasi tidak mengurangi “kesakralan” Al-Qur’an.” (Habib Rizieq
Syihab, ketua umum FPI).”
Berikut ini adalah referensi yang digunakan untuk menyusun I Love
My l-Qur’an :
Daftar Pustaka I Love My Al-Qur’an (in alphabetical order) :
- Abdullah Yusuf Ali, The Meaning of The Holy Qur’an, Subang Jaya :
SHURA,
2005.
- _______, Al-Qur’an Terjemah dan tafsirnya, Jakarta : Pustaka
Firdaus, 1994.
- Acep Iim Aburrohim, Pedoman Ilmu Tajwid lengkap, Bandung:
Diponegoro, 2004.
- Atlas of The Qur’an: Places, Nations, Landmarks (An authentic
Collection of
Informations with Maps, Tables, and Pictures), edisi pertama.
Disusun oleh
Dr. Shauqi Abu Khalil, Riyadh; Darussalaam, 2003.
- Atlas of The Prophet’s Biography: Places, Nations, Landmarks (An
Authentic
Collection of The Qur’anic Informations with Maps, Tales and
Pictures, edisi
pertama. Disusun oleh Dr. Shauqi Abu Khalil, Riyadh: Darussalam,
2004.
- Al-Imam Zainuddin Ahmad bin Abdul-Lathif Az-Zabidi, Ringkasan
Shahih
Al-Bukhari, cet. ke-7, Bandung: Mizan, 2002.
- Irfan AmaLee, Ensiklopedi Bocah Muslim, Bandung: DAR Mizan, 2003.
- Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: Yayasan Penyelenggara
- Penerjemah/Penafsiran A-Qur’an, t.t.
- Muhammad Asad, The Message of The Qur’an, Gibraltar: Dar
Al-Andalus, 1980.
- M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Jakarta: Lentera Hati, 2002.
- Stevens, Alan M, dan Schmidgall-Tellings, A. Ed., Kamus Lengkap
Indonesia-Inggris, Bandung: Mizan, 2005.
- Asy-Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqh As-Sunnah, Kairo Dar Al-Fikr, 1983.
- Tim Penerjemah Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya,
Jakarta:
Departemen Agama RI, 2006.
- Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Departemen
Pendidikan, dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi
kedua,
Jakarta: Balai Pustaka, 1999.
akhir kata, jikalau pembaca sekalian ingin memesan I Love My
Al-Qur’an jangan ragu lagi yaa…dapat dipesan disini.
catatan :
Info disarikan dari hand out Seminar Keluarga Muslim Shaleh,
Pinter, dan Kreatif, I Love My Al-Qur’an,
buku Endorsement dan Kata Pengantar I Love My Al-Qur’an.
12 Tips Meningkatkan Minat Baca Anak
By admin Fri, 5th Aug 11Tips Membuat Anak Cinta Al-Quran
By admin Thu, 14th Jul 11Tips efektif berkomunikasi dan memasukkan informasi pada anak-anak: Mendongeng
By admin Sat, 6th Aug 11





Komentar Komentator