Kisah ini saya sangat menginspirasi saya dan sekarang saya coba ceritakan kembali kisah ini yang awalnya disampaikan oleh syeikh annas dari saudi arabia ketika megisi acara di nikmatnya sedekah
Alkisah disuatu kerajaan, seorang raja memerintahkan tiga orang dari rakyatnya untuk melaksanakan sebuah tugas, yakni pergi ke suatu pegunungan dan memenuhi sebuah kantung yang diberikan raja dengan buah-buahan yang mereka temui selama di perjalanan
Maka berangkatlah ke tiga orang tersebut dengan rute yang berlainan. Orang yang pertama dengan sigap dan teringat selalu akan perintah sang raja, memenuhi kantungnya dengan buah-buahan yang manis dan matang hingga kantungnya tak mampu menampung lagi…
Orang ke dua juga memenuhi kantungnya dengan buah-buahan, namun semua buah-buahan di masukkannya ke kantung, tak peduli apakah buah tersebut pahit, belum masak atau bahkan sudah busuk… “Yang penting kantungku penuh”.. begitu pikirnya
Adapun orang yang ketiga mempunyai pikiran yang berbeda. Ia berpikir untuk apa seorang raja susah payah memintanya membawakan sekantung penuh buah-buahan?? Bukankah di istana raja sudah tersedia berbagai macam buah yang lengkap dan lezat? Lagipula mana mungkin raja akan memeriksa kantong bawaanku? begitu pikirannya … Akhirnya iapun sembarang saja mengisi kantungnya dengan kerikil, rumput kering, ranting dan daun-daunan, sehingga kantungnya terlihat penuh…
Singkat cerita, kembalilah ke tiga orang tersebut ke Istana raja.. Ternyata apa yang di pikirkan oleh orang ketiga benarlah adanya.. Sang raja sama sekali tak memeriksa isi bawaan mereka yang terdapat dalam kantungnya masing-masing..
Alih-alih memberikan penghargaan, sang raja malah mengeluarkan perintah unik.. Raja memerintahkan kepada para pengawalnya untuk memasukkan ke tiga orang tersebut ke dalam penjara, dan sebagai bekalnya di dalam penjara mereka hanya boleh membawa kantung yang mereka bawa tadi beserta isinya…
Siapakah yang paling merasa ringan hatinya saat menerima keputusan raja tersebut?
Tentunya orang yang pertama, karena dirinya tak akan merasa khawatir di penjara dia akan makan apa karena kantungnya penuh dengan buah-buhan yang manis dan matang..
Sedangkan orang yang kedua mesti bersusah payah memisahkan buah mana saja yang bisa dimakan dan mana yang tidak…
Orang ketiga, alangkah sengsaranya dia, karena kantung tidak berisi buah-buahan sedikit pun…
********
hikmah apa yang dapat diambil dari kisah tadi?
kisah perjalanan mengumpulkan buah tersebut dapat dianalogikan dengan kehidupan kita di dunia..Kantungnya ibarat usia kita, buah-buahan yang manis dan matang adalah amal ibadah dan perbuatan baik kita selama di dunia, dan penjara diumpamakan sebagai kehidupan di akhirat kelak nanti…
Sudah sepantasnya, Kantung usia kita yang hanya Satu ini kita isi sebaik mungkin dengan bekal yang baik..
Sebisa mungkin jangan mencampurkan antara yang haq dengan yang bathil karena kelak kita sendiri yang akan mengalami kesusahan..
Terlebih lagi bila kantung Usia kita diiisi dengan kemaksiatan dan hal hal buruk lainnya…
mudahan-mudahan kita terutama saya sendiri dapat mengambil pelajaran dari cerita ini dan mengisi kantong kita dengan hal hal baik saja:)
ketika cinta berbuah surga
By admin Wed, 19th Mar 08Siksaan Mimpi dan Siksaan Kubur
By admin Tue, 3rd Mar 09Mizan Dian Semesta
By admin Thu, 14th Jul 11





Komentar Komentator