Mar 122011
Rumah adalah tempat tinggal bagi kita dan tempat untuk berlindung dari kondisi luar. Bisa jadi kita akan tinggal disana mulai dari orok sampai meninggal dunia. Rumah bisa dibuat sebagai rumah tumbuh, artinya rumah tersebut dapat dikembangkan secara bertahap. Selain itu, kondisi rumah juga menentukan tingkat kesehatan kita sebagai penghuninya. Oleh karena itulah, sebelum membangun rumah sebaiknya memperhatikan beberapa hal penting sebagai berikut :
- Pondasi rumah terhadap jalan : hal ini penting untuk rumah yang akan dihuni dalam waktu lama. Jalan semakin lama akan semakin tinggi karena selalu terjadi penimbunan dalam proses perbaikan jalan. Jika jalan lebih tinggi dari lantai rumah, maka kemungkinan besar rumah akan banjir. Oleh karena itulah, sebaiknya pondasi rumah lebih tinggi dari jalan.
- Pondasi rumah : untuk pondasi rumah sebaiknya disesuiakan dengan rencana rumah kedepannya. Jika ingin dibuat sebagai rumah tumbuh (apalagi tumbuh vertikal), maka pondasi haruslah kuat dan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas.
- Lantai : Lantai rumah sebaiknya dibuat dari bahan-bahan yang tidak berdebu saat musim kemarau dan tidak becek saat musim hujan. Bahan yang bisa dipakai seperti : kayu, ubin, keramik, dll. Hal lain yang diperhatikan adalah kemiringan pemasangan lantai. Misal untuk kamar mandi, lantai dibuat miring ke arah pembuangan sehingga tidak menggenang.
- Ventilasi : yang penting disini adalah adanya jalan masuk dan jalan keluar udara sehingga udara di dalam ruangan mengalir. Jangan sampai udara mandeg didalam suatu ruangan. Hal ini akan menyebabkan kelembaban udara menjadi naik dan bakteri-bakteri menjadi mudah berkembang biak.
- Cahaya : rumah sebaiknya mendapatkan cahaya yang cukup. Cahaya dapat berupa cahaya alami (cahaya matahari) atau cahaya buatan (lampu, lilin, dsb). Rumah yang kurang mendapatkan cahaya dapat menjadi sarang bagi bibit penyakit.
- Luas bangunan : Luas bangunan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Semakin padat rumah oleh penghunin semakin kurang O2 didalam rumah.
- Instalasi listrik : Instalasi listrik sebaiknya dipisah antara lampu luar, lampu dalam, maupun alat-alat elektronik yang membutuhkan daya besar seperti AC, Kulkas, dll. Selain itu, colokan listrik sebaiknya agak ditinggikan agar tidak mudah di jangkau oleh anak-anak. Atau dapat juga mengggunakan colokan yang ada pengamannya.
- Instalasi air bersih : Instalasi ini meliputi : saluran air dari pam, saluran air dari sumur, saluran air ke tedmon, saluran air ke wastafel, saluran air ke kamar mandi, saluran air ke taman maupun saluran air untuk cuci kendaraan.
- Instalasi air kotor : ini meliputi saluran pembuangan air kotor (kamar mandi, wastafel), parit disekitar rumah, bak kontrol, maupun parit diluar rumah. Parit disekitar rumah dapat dibuat dari semen, langsung tanah, atau menggunakan pipa yang di tanam. Parit hendaknya tertutup dan alirannya lancar. Untuk mempermudah membersihkan (jika tertutup) dapat menambahkan bak kontrol di beberapa titik parit.
Rumah Minimalis Miniku
By admin Sat, 26th Feb 11Keramik Vs Granite Tile
By admin Tue, 1st Mar 11Membangun Rumah
By admin Sat, 12th Mar 11





Komentar Komentator