Penelitian ilmiah menemukan bahwa matahari adalah bintang, memiliki “sumber panas” berasal dari zona paling inti yang panasnya selalu menyembur. Semburan ini akibat areal-areal magnetis yang menghasilkan partikel-partikel panas yang bergerak sangat cepat kemudian menghantam materi udara matahari terluar yang mengakibatkan bagian ini tertarik ke bagian sumber panasnya. Proses tersebut berulang terus menerus sehingga matahari seolah hidup dari dirinya sendiri.
QS: An-Naba ayat 13: dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari).
Lebih lanjut, ilmuwan menyatakan bahwa panas terjadi akibat proses reaksi nuklir yang menghasilkan helium. Di dalam matahari terdapat tungku atom yang berasal dari hidrogen, sebagai bahan bakar. Setiap bahan terbakar akan dipancarkan ke permukaan dan berubah menjadi hidrogen baru yang akan pindah dari luar permukaan matahari. Hidrogen baru bagi matahari ibarat minyak bahan bakar pelita yant sangat terang tersebut. Ketika hidrogen bertemu tempat penghasil hidrogen, terjadi reaksi cepat dan timbulah nukleus berisi proton dan neutron dikenal sebagai helium. Jika tidak ada at ini, tentu matahari tidak akan bersinar bagai pelita amat terang dan suatu ketika bisa pudar.
Penciptaan matahari sebagai bintang atau pelita yang memencarkan sinar sendiri berbeda dengan penciptaan bulan yang memantulkan cahaya dari matahari.
QS-71 Nuh ayat 16: Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita.
QS-10 Yunuus ayat 5: Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).
Subhanallah… 14 abad yang lalu Nabi Muhammad sudah mengetahuinya? pastilah dari Allah.
sumber http://pendawa5.wordpress.com/





Komentar Komentator