Sebelum abad 20, para ilmuwan menyatakan matahari tidak bergerak atau diam di tempat. Sedangkan gerakan dari timur ke barat hanya gerakan lahiriah saja. Awal abad 20, ilmuwan astronomi menemukan bahwa matahari memiliki gerakan yang hakiki di ruang angkasa dengan ukuran dan arah tertentu. Tetapi, abad ke-7 Masehi atau 1200 tahun sebelumnya, AL-Qur’an telah menyatakan pada QS Yaasiin ayat 38: “dan matahari berjalan ditempat peredarannya”
Ahli astronomi abad 20 menjelaskan bahwa matahari dikelilingi sekumpulan benda angkasa yang terdiri dari planet, bulan, dan komet, yang selalu mengikuti matahri dan tunduk mengikuti kekuatan gravitasi matahari. Setiap benda memiliki garis edar, bergerak teratur, dengan arah dan kecepatan tertentu. Ini sesuai firmanNya:
QS: Yaasiin ayat 39-40:Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk TANDAN yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
Tandan yang tua, memberikan makna perubahan bentuk bulan yang tampak dari bumi. Sebelum purnama berbentuk sabit, setelah purnama pun kembali tampak seperti sabit.
sumber http://pendawa5.wordpress.com/





Komentar Komentator