“Dari perut Lebah itu keluarlah minuman (Madu) yang macam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Q.S. An Nahl 69).
Allah menciptakan Lebah ini bukan semata-mata jadi Lebah. Tetapi jadi pelajaran bagi kita. Karena tidak ada satupun yang Allah ciptakan sia-sia. Apa hikmah yang dapat kita ambil dari Lebah ini ?.
Madu asalnya adalah sari-sari bunga yang dikumpulkan oleh Lebah, yang setelah diproses dalam tubuh Lebah akan dihasilkan Madu. Masuknya adalah sesuatu yang bagus, yaitu sari dan bunga, dan keluarnya jauh lebih bagus yaitu Madu. Madu ini bermanfaat bagi dirinya, manfaat bagi manusia, menjadi obat menyehatkan, menyembuhkan, memperbaiki kulit, berbagai hal, dahsyat sekali.
Artinya kalau sesuatu itu dimasukkan input yang bagus-bagus, yang positif-positif, maka hasilnya akan jauh lebih positif, jauh lebih baik. Kalau kita terbiasa mengambil input secara berpikir dan cara bertindak yang positif, masukan yang kita simpan di pikiran yang positif, disimpan di dalam hati kita bagus-bagus seperti bunga. Maka akan lahirlah pribadi yang seperti Madu. Cemerlang, manfaat, jadi obat, jadi penerang orang yang didalam kegelapan. Penyemangat orang-orang yang lunglai, menumbuhkan bibit-bibit kebajikan, serta menebar bibit-bibit kemuliaan.
Bagaimana kalau sebaliknya (input negatif) ?. Bisa kita bayangkan kalau kita masukan tubuh kita (input) dengan sesuatu yang negatif, seperti minuman keras (miras), extasi, narkoba, dll. Sudah bisa dipastikan masukan yang kita simpan di pikiran yang “negatif”, disimpan di dalam hati kita hal-hal yang tidak bagus ini. Akibatnya, akan lahirlah pribadi yang tidak terpuji seperti kecanduan, rasa rendah diri, rasa dengki, emosi yang tidak stabil, sifat materialistis, semuanya menumbuhkan bibit-bibit keburukan, serta menebar bibit-bibit kemunduran, baik itu ahlak, jiwa, raga maupun spritiual (jauh dari Allah).
Nah melihat hal tersebut diatas tampaknya dalam hidup berkeluarga sebaiknya dianjurkan agar senang mengumpulkan input-input positif, dan biasa menyebarkan sesuatu yang positif.
Ingin sekali ya seperti Lebah, menjadi wanita yang selalu berpikir positif, ketika melihat apapun yang ada di sekelilingnya. Sehingga pikirannya tidak sempat berpikir negatif. Yang membuat seseorang cepat maju bahkan mudah sekali untuk menjadi pribadi yang bisa mengajak orang lain karena selalu berpikir positif. Maka akan keluar dan terpancarlah dari diri wanita tersebut yang dinamakan “inner beauty,” dari pikiran dan tindakan positif.
KH AA Gymnastiar





Komentar Komentator